Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Komunikasi dan Informatika melaksanakan kick off meeting sebagai langkah awal pelaksanaan Pilot Project Pengelolaan Food Waste berbasis desa yang terintegrasi dengan Aplikasi Ngupahan dan platform Stop Boros Pangan.

200

Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memperkuat pengelolaan sisa pangan secara terintegrasi, sekaligus mendukung upaya ketahanan pangan dan pengurangan sampah berbasis ekonomi sirkular.

Pilot project akan dilaksanakan di dua wilayah, yakni Desa Susukan, Kecamatan Bojong Gede dan Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri. Pelaksanaan program turut melibatkan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa setempat guna memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengelolaan food waste yang berkelanjutan.

Dalam forum kick off meeting tersebut, berbagai unsur masyarakat dan kelembagaan desa ikut terlibat aktif, di antaranya Kampung Ramah Lingkungan (KRL), Taman B2SA, Bank Sampah, BUMDesa, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kehadiran berbagai pihak ini menjadi ruang berbagi praktik baik, penyampaian masukan, serta penguatan strategi pengelolaan sisa pangan berbasis desa.

200

Melalui pendekatan kolaboratif, program ini diharapkan mampu mengubah sisa pangan menjadi sumber daya yang bernilai, memperkuat sistem data dan informasi sebagai dasar pengambilan kebijakan, serta menjadikan desa sebagai garda terdepan dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Pemerintah Kabupaten Bogor berharap pilot project ini dapat menjadi model pengelolaan food waste yang dapat direplikasi di wilayah lain, sekaligus mendorong terwujudnya Bogor Istimewa yang lebih bersih, sehat, dan bebas dari sisa maupun sampah pangan. (planner)