KAB. BOGOR – LENSA PEMBAHARUAN // Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor Menggelar Penguatan Kapasitas dan Pendampingan Implementasi Platform Stop Boros Pangan dan Aplikasi Ngupahan untuk Membangun Ekosistem Pengelolaan Food Waste Berbasis Desa”
Kebutuhan Pangan jangan sampai terbuang, karena di setiap sisa makanan punya cerita dan setiap langkah kecil punya dampak.
Pada Hari Selasa, 11 Agustus 2026 Telah dilaksanakan Peningkatan Kapasitas & Pendampingan Implementasi Pilot Project Pengelolaan Food Waste Berbasis Desa yang terintegrasi dengan aplikasi Stop Boros Pangan dan Ngupahan.
Bersama SKPD terkait, SPPG, Pemdes Susukan dan Gunung Putri, Kader Ketahanan Pangan, KRL dan kelompok taman B2SA kita belajar, bertransformasi, berkolaborasi, dan bergerak untuk menghadirkan cara baru dalam mengurangi, mengelola, dan memanfaatkan sisa pangan secara lebih bijak.
Kegiatan diawali dengan sharing session “best practices pengelolaan food waste” oleh Sekdes Desa Gunung Putri Bapak M. Mustaqim dan Direktur BUMDES Desa Susukan Bapak Alex Salehudin
Untuk memperkuat implementasi dan digitalisasi pengelolaan food waste dihadirkan narasumber yang ahli di bidang ini, yakni :
- Ibu Nada Arini selaku Co-Founder Sustainable Indonesia
- Bapak M. Agung selaku Founder dan CEO Surplus Indonesia
- Tim Teknis Ngupahan
Edukasi. Digitalisasi. Kolaborasi. Aksi. Tiga langkah untuk mendorong perubahan dari desa. Karena perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana yaiitu :
- ambil secukupnya,
- habiskan makanan,
- kelola sisanya,
- dan mulai peduli dari sekarang.